SMA Yadika 12 Depok

Jl. Limo Raya No 20 Meruyung

Unggul dalam Prestasi, Terampil dan Mandiri berdasarkan Iman dan Taqwa

SMA YADIKA 12 Imunisasi Difteri 3 Oktober 2018

Rabu, 03 Oktober 2018 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 426 Kali

Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Menurut World Health Organization (WHO), tercatat ada 7.097 kasus difteri yang dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2016. Di antara angka tersebut, Indonesia turut menyumbang 342 kasus. Sejak tahun 2011, kejadian luar biasa (KLB) untuk kasus difteri menjadi masalah di Indonesia. Tercatat 3.353 kasus difteri dilaporkan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2016 dan angka ini menempatkan Indonesia menjadi urutan ke-2 setelah India dengan jumlah kasus difteri terbanyak. Dari 3.353 orang yang menderita difteri, dan 110 di antaranya meninggal dunia. Hampir 90% dari orang yang terinfeksi, tidak memiliki riwayat imunisasi difteri yang lengkap.

Berikut ini adalah 3 bahaya penyakit difteri yang dapat berujung pada kematian jika tidak segera diobati:

1. Menyebabkan Gagal Nafas
Bahaya penyakit difteri yang pertama adalah dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan. Bakteri difteri yang bernama Corynebacterium diphtheriae memiliki kemampuan untuk memproduksi exotoxin, senyawa racun yang sangat berbahaya.

2. Menyebabkan Gagal Jantung
Bahaya penyakit difteri yang kedua adalah menyebabkan gagal jantung yang juga dapat berujung pada kematian. Racun exotoxin yang dihasilkan oleh bakteri difteri tidak hanya menyerang sistem pernapasan bagian atas saja, ia juga bisa masuk ke aliran darah dan terbawa ke organ-organ vital yang lain.

3. Merusak Saraf
Bahaya difteri yang ketiga adalah menyebabkan kerusakan saraf (polyneuropathy). Saraf yang paling sering diserang adalah saraf pada sistem pernapasan, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya hal ini akan menyebabkan kelumpuhan otot pada sistem pernapasan yang berujung pada gagal napas.

Difteri termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan imunisasi terhadap difteri termasuk ke dalam program imunisasi wajib pemerintah Indonesia. Imunisasi difteri yang dikombinasikan dengan pertusis (batuk rejan) dan tetanus ini disebut dengan imunisasi DTP. Sebelum usia 1 tahun, anak diwajibkan mendapat 3 kali imunisasi DTP. Cakupan anak-anak yang mendapat imunisasi DTP sampai dengan 3 kali di Indonesia, pada tahun 2016, sebesar 84%. Jumlahnya menurun jika dibandingkan dengan cakupan DTP yang pertama, yaitu 90%.

SMA Yadika 12 pun menjalankan program pemerintah untuk imunisasi difteri. Bersama Puskesmas Limo dilakukan suntik difteri pada para siswa dan warga sekolah secara bertahap. Pada 3 Oktober 2018 ini tepat tahap ketiga imunisasi ini dilangsungkan.

Semoga dengan kesadaran bersama untuk imunisasi bangsa ini terhindar dari difteri, bahkan juga dari segala penyakit lainnya.

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. Manangap Sitorus

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmatnya telah melimpah kepada kita semuanya, sehingga dikaruniakan kesehatan…

Selengkapnya

PENGUNJUNG