SMA Yadika 12 Depok

Jl. Limo Raya No 20 Meruyung

Unggul dalam Prestasi, Terampil dan Mandiri berdasarkan Iman dan Taqwa

Sampai di Semarang, SMA Yadika 12 Eksplorasi Klenteng Sam Poo Kong

Kamis, 16 Januari 2020 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 237 Kali

Kamis (16/1) sore, rombongan fieldtrip SMA Yadika 12 tiba di Semarang. Setelah sebelumnya beristirahat siang di Kendal, rombongan langsung menuju Klenteng Sam Poo Kong.

Kuil Sam Poo Kong atau Gedong Batu adalah sebuah kuil Tionghoa yang terletak di daerah Simongan, Semarang, Indonesia. Tempat ini konon dulunya adalah tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah asal Tiongkok yang beragama Islam.

Klenteng Sam Poo Kong terkenal hingga ke mancanegara, bahkan kabarnya merupakan tempat yang telah ditetapkan oleh pemerintah Tiongkok sebagai tujuan wisata bagi pelancong asal Tiongkok. Uniknya tujuan wisata ini kebanyakan oleh warga muslim Tiongkok dan/atau bernuansa budaya Islam, bukan nuansa budaya Tiongkok yang lekat dengan dupa dan lilin. Hal ini disebabkan warga muslim Tiongkok dari provinsi Yunnan sangat akrab dan mengenal baik serta menyakini bahwa Laksamana Cheng Ho sebagai panglima perang utusan Tiongkok keturunan Persia memiliki latar belakang Islam.

Bangunan inti dari klenteng ini adalah sebuah gua batu dan merupakan tempat utama dari lokasi ini. Gua batu ini dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Ho beserta anak buahnya saat berkunjung ke Pulau Jawa. Di dalamnya terdapat patung yang dipercaya sabagai patung Sam Poo Tay Djien atau Laksamana Cheng Ho. Di lokasi ini juga bisa dijumpai altar dan makam orang-orang kepercayaan Laksamana Cheng Ho saat di Jawa, yang sering pula dikunjungi pengunjung untuk berziarah.

Pemberian nama bangunan/gedung tersebut cukup unik mengingat pemberian nama didasarkan pada benda yang berasal dari kapal tersebut. Sebagai contoh, Mbah Kiai Cundrik Bumi merupakan tempat segala jenis persenjataan yang digunakan untuk mempersenjatai awak kapal. Kiai/Nyai Tumpeng berkaitan dengan urusan makanan di kapal dan Kiai Djangkar tempat meletakkan jangkar kapal. Sedangkan Mbah Djurumudi diduga/dipercaya sebagai makam dari jurumudi kapal. Dalam bangunan tersebut dihiasai dengan berbagai lukisan dan patung-patung yang menggambarkan perjalanan Cheng Ho sampai ke Jawa termasuk pula di permukaan dua pilar bangunan utama.

Dengan kunjungan ini semoga para siswa dapat mengambil manfaat dari peninggalan sejarah Indonesia.

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. Manangap Sitorus

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmatnya telah melimpah kepada kita semuanya, sehingga dikaruniakan kesehatan…

Selengkapnya

PENGUNJUNG